Bappeda Kabupaten Kotabaru

Sabtu, 11 September 2010

2 Syawwal 1431 H

Agenda Kegiatan

Daftar Lengkap

Habar Banua

Daftar Lengkap

Web Statistik

Total Pengunjung : 68824
Kunjungan Hari ini : 19
Pengunjung Sekarang : 5

Diperbaharui : 10-09-2010

 

Survey Basis Data Potensi Perikanan Laut Kecamatan Pulau Laut Barat (2002)

Pendahuluan

Potensi komoditas sektor perikanan dan kelautan yang terdapat di Kabupaten Kotabaru cukup  besar dilihat dari penyebarannya yang luas meliputi perairan laut, perairan tawar dan budidaya yang  tersebar hamper di seluruh wilayah kecamatan.  Pengelolaan terhadap usaha perikanan dan kelautan  yang berorientasi pada Agribisnis akan semakin memacu pengembangan usaha perikanan yang  sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan yang berprospek cerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan PAD.

Keberhasilan pembangunan dan pengembangan usaha perikanan dan kelautan tergantung peran serta masyarakat, pengusaha dan pemerintah, peran sinergis dari ketiga komponen tersebut diharapkan lebih meningkatkan pembangunan dan pengembangan serta  dapat berjalan secara berkesinambungan.

Berbagai kasus kegagalan dalam pengembangan sektor perikanan dan kelautan di berbagai tempat disebabkan oleh kurangnya informasi, khususnya ketersediaan data base  yang diperlukan untuk mengevaluasi peluang dan hambatan dalam berusaha sehingga dapat menilai kelayakan usaha yang dijalankan.

Tujuan dilaksanakannya  penelitian adalah; (1) Menghimpun, mengumpulkan basis data potensi perikanan dan sumber daya pendukungnya, (2) Mengevaluasi rekomendasi dan hambatan dalam pengembangan sector perikanan, (3) Membuat rekomendasi tentang model pembangunan dan pengembangan usaha perikanan yang berkaitan dengan komoditas, fasilitas dan teknologi  (teknis,sosial dan ekonomi).

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pulau Laut Barat, pengumpulan data melalui kegiatan survey dilakukan dengan metode sensus untuk data aspek social, sarana dan prasarana wilayah, serta sarana  prasrana perikanan, sedangkan untuk kondisi dan kualitas fisik kimia wilayah dilaksanakan dengan metode sampling.


Kesimpulan Penelitian

1. Jenis usaha perikanan yang utama adalah penangkapan ikan di laut dan pengolahan hasil  perikanan, sedangkan usaha budidaya perairan hanya di beberapa desa.

 

2. Kegiatan penangkapan ikan terkonsentrasi di wilayah kurang dari 3 mil dari garis pantai, karena terbatasnya fasilitas pendukung seperti : kapasitas, daya jelajah, tenaga mesin (HP), peralatan navigator, serta alat bantu penagkapan lainnya.

 

3. Terbatasnya sarana pendukung di wilayah kecamatan Pulau Laut Barat, seperti PPI, Pabrik  es, dan Depo BBM yang ideal.     

 

4. Kualitas SDM (nelayan) umumnya berpendidikan rendah, dengan bekal ketrampilan penguasaan teknologi yang rendah, terutama di bidang perbengkelan.

 

5. Usaha budidaya perikanan tambak masih menggunakan teknologi tradisional dengan luasan potensial mencapai 9.000 ha.


6. Perioritas pengembangan usaha budidaya ikan di wilayah kecamatan Pulau Laut Barat
a. Budidaya Tambak (desa Sebanti dan Teluk Tamiang)
b. Budidaya Keramba Tancap (desa Lontar Utara, Lontar Selatan, Tepian Balai dan Teluk Tamiang)
c. Budidaya Jaring Apung dan Rumput Laut ( Desa Teluk Tamiang).

 

7. Produk hasil olahan umumnya di desa–desa studi adalah ikan kering dan rumput laut, namun mutu hasil olahan masih perlu ditingkatkan.
 

 

Rekomendasi Kebijakan

1. Perikanan Tangkap
a. Setiap nelayan diharapkan masing-masing dapat memiliki beberapa jenis alat tangkap, agar dapat beroperasi sesuai dengan perubahan musim, dan upaya diversifikasi usaha perikanan tangkap.
b. Meningkatkan tonase atau kemampuan mesin kapal sehingga memiliki daya jelajah yang lebih jauh ke arah laut, umumnya nelayan setempat memiliki kemampuan < 5 GT.
c. Peremajaan (overhaul) kapal yang telah tua, kebocoran badan kapal, ukuran dan kekuatan kapal, dan alat keselamatan kapal.
d. Kelengkapan alat bantu navigasi maupun teknologi canggih seperti Echo Sounder. 
e. Kelengkapan fasilitas sarana penunjang seperti Depo BBM, PPI dan pabrik es dengan kapasitas memadai.

2. Budidaya Perikanan
a. Introduksi teknologi peningkatan kualitas lahan dengan pencucian, dan pembangunan panti benih udang skala rumah tangga.
b. Pengelolaan sarana produksi yang dikelola langsung oleh kelompok petani ikan.
c. Penataan areal dengan memperhatikan konservasi sumber daya hutan bakau melalui green belt area dan hutan bakau yang dapat di konversi.

3. Pengolahan Hasil Perikanan
a. Pembinaan mutu produk olahan rumput laut dan teknik pengolahan pengeringan ikan.
b. Pembinaan teknik penjemuran ikan dan penggunaan lemari pengering (cabinet drier).
c. Perbaikan kualitas dan tampilan kemasan (aspek higienis dan estetika) pada komoditas ikan kering, sirop dan jelly rumput laut.

4. Sumber Daya Manusia
a. Mengadakan pelatihan dan keterampilan penguasaan teknologi (perbengkelan mesin kapal dan pengoperasian alat bantu tangkap).
b. Pelatihan pembekalan manajemen usaha bagi nelayan, petani tambak dan pengolah produk hasil laut.
c. Membina dan mengarahkan usaha masyarakat  untuk menjalin mitra usaha dengan perusahaan besar.
d. Peningkatan jumlah tenaga Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sehingga menjadi 1 orang untuk melayani 3 desa.

5.  Pengembangan kawasan wisata bahari yang dilengkapi dengan sentra pelatihan dan percontohan perikanan.

 

 

Sumber :   Hasil Survey Basis Data Potensi Perikanan Laut Kecamatan Pulau Laut Barat yang dilaksanakan oleh Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarbaru, 2002.

Total hits : 414

Kembali