Ragam Informasi

Beranda | Ragam | Wisata | Galleri Photo | Pengaduan | Database SKPD | Buku Tamu | Kontak Kami

Teluk Pamukan (2004)

Teluk Pamukan dilihat dari pantai Tanjung Semalantakan


Siang itu kami berada di ujung desa Tanjung Samalantakan, ombak bergelora memecah kesunyian. Nampak nelayan berlayar untuk mencari nafkah.  Desa Tanjung Samalantakan yang berada di sebelah utara Kabupaten Kotabaru dengan luas wilayah 13.74 Km2 dari total luas Kecamatan Pamukan Selatan 391,87 km2, secara geografis terletak 115° 14' 50" – 116°33' 33" BT dan 02° 10' 10" – 03° 33’ 33" LS, desa ini merupakan ibukota Kecamatan Pamukan Selatan.

Daratan desa Sesulung terlihat nampak dengan bebatuan yang diterpa ombak.  Disebelah timur dari desa ini nampak siring pemecah gelombang yang telah dibangun, sebagian sudah mulai ada yang rusak karena digerus oleh abrasi.  Nasib...... sekian lama telah diperbaiki namun tetap saja belum dapat mengurangi abrasi.  Mungkinkah ada cara lainnya, semisal rehabilitasi mangrove disana.

Hutan Mangrove di sepanjang pantai Tanjung Samalantakan sebagian telah habis, ini mengakibatkan abrasi sampang kurang lebih 1 km daratan desa ini.   Alangkah memprihatinkan bangunan sekolah dasar juga ikut tergusur dan sebagian perumahan penduduk.

Saat itu kami melakukan survey dan aku sebagai kepala rombongan rencananya akan menyeberangi TELUK PAMUKAN untuk menuju Desa Sesulung.   Dengan membawa motor 3 buah, kami sewa perahu nelayan untuk menyeberangi teluk ini.   Suatu usaha yang lumayan menegangkan, bayangkan dengan perahu yang kecil kami membawa 3 buah motor dan 6 orang untuk menyeberangi Teluk ini dengan ombak yang begitu besar.

Disebelah barat terlihat dua muara sungai besar yaitu Sungai Cengal yang menuju kecamatan Pamukan Utara dan Sungai Sampanahan yang menuju Gunung Batu Besar, yaitu Ibukota Kecamatan Sampanahan.

Tepat berada di tengah Teluk Pamukan, perahu kami tumpangi mulai oleng.   Kami rombongan tak ada yang bersuara, semua berjaga-jaga apabila perahu yang kami tumpangi sampai terbalik.  Salah seorang temanku sampai ngomong apa tidak gila ini??? Kenapa kita tetap memaksa untuk menuju Desa Sesulung hanya untuk survey dan mencari data untuk informasi pembangunan. Akhirnya aku bicara ....  Kapan lagi kita akan membangun daerah kita kalau tidak mengenal daerah kita sendiri, jadilah orang daerah yang tetap mengenal daerahnya sendiri, bukannya takut untuk menempuh resiko.

Setelah hampir satu jam akhirnya dengan penuh kelegaan hati, kami sampai juga di dermaga Desa Sesulung. Teluk Pamukan merupakan perairan yang selalu berombang besar karena pertemuan arus dari Selat Makassar dan Sungai Cengai serta Sungai Sampanahan yang setiap tahunnya jika bertiup angin utara akan mengakibatkan daerah ini selalu abrasi.

Di desa Sesulung rombongan sambil mengurut dada, serasa tak percaya dengan perahu kecil dapat menyeberangi Teluk Pamukan dengan selamat.   Kemudian kami melanjutkan perjalanan dalam rangka menjaring informasi tentang aspirasi masyarakat untuk Rencana Pembangunan Kabupaten Kotabaru.

 

Posted by Harly (2004)

Total hits : 2836

Berita Pilihan

  • Pulau Samber Gelap
    pulau Samber Gelap (tampak bangunan Mercu Suar) Lokasi pulau dari ibukota Kabupaten Kotabaru hanya menempuh waktu 2 (dua) jam perjalanan menggunakan s...
  • Rencana Taman Kota (RTH Suryagandamana)
    Potret lokasi RTH Suryagandamana dari angkasa Mesjid Agung - Jalan Suryagandamana - Gunung Sebatung Rencana Pembangunan RTH Ruang Terbuka Hijau Jl. Su...
  • Pertemuan Triwulanan Forum CD-CSR Kabupaten Kotabaru
    Kamis (7/10) diselenggarakan Pertemuan Triwulanan CD-CSR Kabupaten Kotabaru 2011-2015 bertempat di Aula Hotel Grand Surya yang dihadiri oleh perusahaa...