Pelayaran Untuk Pulau Sembilan Kembali Dibuka
( Berita Daerah - Kalimantan ) - Pelayaran kapal yang melayani masyarakat di pulau-pulau terisolasi di wilayah Kotabaru, Kalimantan Selatan, kembali dibuka setelah terhenti akibat kapal perintis KM Kana tenggelam di Perairan Marabatuan, Pulau Sembilan (karena bocor dan dihantam badai.
"Pelayanan saat ini bukan kapal perintis KM Kana yang dibiayai APBN, tetapi kapal KM Multiguna I yang dibiayai oleh APBD Kotabaru 2010," kata Kabid Perhubungan Laut Dinas Dinas Perhubungan Kotabaru, Dansi Lumembang, Jumat.
Semula, lanjut Dansi, KM Multiguna I hanya membuka pelayaran Lontar, Pulau Laut Barat, Pulau Marabatuan, Pulau Maradapan dan Pulau Matasirih, kembali lagi Maradapan, Marabtuan dan Lontar.
Akibat KM Kana tenggelam dan banyak masyarakat yang menginginkan agar dibuka rute baru, akhirnya Pemkab Kotabaru menyetujui bahwa KM Multiguna I menambah rute Lontar-Kotabaru (PP).
Meski ada penambahan rute baru, kata Dansi, tarif penumpang tetap sama, Kotabaru-Pulau Sembilan, untuk penumpang dewasa Rp30 ribu, anak-anak Rp15 ribu dan balita Rp7.500.
Sedangkan untuk barang elektronik/mewah tergantung kesepakatan dan untuk barang sembako ditetapkan 25 persen kali nilai barang.
Sebelumnya, Kepala Desa Tanjung Nyiur Pulau Sembilan Muhammad Yahya Kaco, mengatakan, akibat tidak ada kapal yang membuka pelayaran rute Kotabaru-Pulau Sembilan, harga kebutuhan pokok jadi mahal.
"Karena biaya transportasi angkutan juga mahal, pedagang menetapkan harga barang-barang menyesuaikan dengan biaya transportasi," katanya.
Menurut dia, sebagian masyarakat enggan naik kapal KM Multiguna yang membuka rute Lontar-Marabatuan-Maradapan-Matasirih (PP). "Karena setelah dihitung-hitung, biayanya dari Kotabaru hingga di pulau mencapai Rp200 ribu per orang, belum lagi kalau membawa barang," ujar Yahya.
Atas kondisi tersebut, masyarakat Pulau Sembilan meminta Bupati DPRD dan Dinas Perhubungan Kotabaru dapat membantu memberikan solusinya.
"Kami warga di sini telah bertanda tangan untuk mengajukan permohonan kepada Bupati, DPRD dan Dinas Perhubungan agar membuka rute Kotabaru-Marabatuan meskipun hanya seminggu sekali," katanya.
Kendati rute Lontar-Barabatuan dilayani KM Multiguna dua kali sepekan, menurut Yahya hal itu kurang efektif, karena biayanya tinggi.
tha/THA/ant
Sumber : http://beritadaerah.com/news
Total hits : 138 | Tanggal Kirim : 22-08-2010