Pemerintah Tambah Kapal Untuk Kotabaru-Pulau Sembilan
( Berita Daerah - Kalimantan ) - Kementerian Perhubungan segera menambah sebuah kapal penumpang dan angkutan barang tujuan Kabupaten Kotabaru-Pulau Sembilan Kalimantan Selatan yang direncanakan mulai beroperasi pada 1 September 2010.
Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Kotabaru, Murdianto, pada rapat koordinasi antisipasi angkutan lebaran di aula Pemprov Kalsel, Jumat, bersama seluruh dinas Pemprov dan kabupaten dan kota se Kalsel.
Menurut dia, bantuan kapal besi dengan kapasitas tidak kurang dari seratus orang tersebut merupakan pengganti kapal yang terdampar pada Mei 2010.
"Kapal perintis bantuan pusat yang melayari perairan Kotabaru-Pulau Sembilan sejak 2003 terdampar dan mengalami kerusakan, sehingga tidak ada lagi kapal bantuan pusat yang melayari pulau terpencil di daerah tersebut," katanya.
Terdamparnya kapal tersebut, kata dia, telah disampaikan kepada Kementerian Perhubungan, namun hingga beberapa bulan belum ada tanggapan.
Karena operasional kapal perintis tersebut sangat diperlukan masyarakat Pulau Sembilan sebagai sarana angkutan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, kata dia, akhirnya Pemkab Kotabaru mengambil inisiatif menyewa kapal melalui dana APBD sebesar Rp800 juta per tahun.
Hanya saja, kata dia, kapasitas kapal yang harus menempuh pelayaran antara 6-7 jam dengan rute Kotabaru-Pulau Sembilan tersebut, kapasitasnya hanya setengah dari kapal bantuan pusat atau hanya sekitar 50 orang penumpang.
Dengan demikian, kata dia, operasional kapal yang juga melayari beberapa daerah lainnya seperti Mata Sirih, Muara Batuan dan Lontar tersebut belum mencukupi.
"Apalagi pelayaran dilakukan hanya satu minggu sekali," katanya.
Beruntung, kata dia, berdasarkan informasi dari Dishub Provinsi Kalsel mulai 1 September kapal bantuan pemerintah pusat akan kembali beroperasi dengan operator kapal perusahaan yang berbeda dari sebelumnya.
Sedangkan kapal bantuan dari Pemkab, tambah dia, tetap akan melayari rute yang sama, sehingga pelayaran yang sebelumnya seminggu sekali menjadi satu minggu dua kali.
"Dengan tambahnya satu kapal, kekhawatiran terjadinya lonjakan penumpang menjelang lebaran Idul Fitri 1431 hijriah dari Pulau Sembilan-Kotabaru bisa diatasi," katanya.
Sebagaimana diketahui, Pulau sembilan dengan jumlah penduduk sekitar 4 ribu orang tersebut merupakan Pulau terpencil yang dipisahkan oleh laut yang cukup luas.
Memenuhi kebutuhan sehari-hari, penduduk daerah tersebut harus berbelanja ke ibukota Kabupaten Kotabaru dengan jarak tempuh tidak kurang dari tujuh jam.
Bahkan tidak sedikit warga Pulau tersebut, justru belanja ke wilayah Jawa dengan jarak lebih dekat dibanding ke Kotabaru.
tha/THA/ant
Sumber : http://beritadaerah.com/news
Total hits : 198 | Tanggal Kirim : 31-08-2010