Kotabaru Bebas Daging Gelonggongan Dan Ayam "Tiren"
( Berita Daerah - Kalimantan ) - Hingga hari ke 20 Ramadhan 1431 Hijriah, pasar-pasar harian di Kotabaru, Kalimantan Selatan, terbebas dari peredaran daging gelonggongan dan ayam "mati kemarin" atau "tiren".
"Saat memantau di lapangan, petugas tidak menemukan peredaran daging gelonggongan dan ayam mati kemarin (tiren)," kata Kepala Dinas Perdagangan, Penanaman Modal dan Pengelolaan Pasar Kotabaru Joni Anwar MAP, Senin.
Menurut Joni, jika masyarakat masih dapat menjangkau untuk membeli daging dan ayam, daging gelonggongan dan ayam "tiren" tidak akan ada.
Akan tetapi jika masyarakat mulai merasa tidak mampu membelinya, mungkin mereka akan mencari alternatif lain dengan mencari barang yang sedikit lebih murah.
Daging gelonggongan adalah daging yang didapat dari hewan yang sebelum disembelih terlebih dahulu diminumi air secara berlebihan. Bahkan, hewan tersebut kurang sehat/pingsan karena kelebihan minum, baru dipotong.
Sedangkan ayam "tiren" adalah ayam yang telah menjadi bangkai, dipotong dan dijual, dan biasanya harganya lebih murah dari biasanya.
"Menjualnya pun tidak berani siang hari, karena ciri ayam tiren yang pucat itu akan terlihat dengan jelas," terangnya.
Dalam pemantauan di Pasar Kemakmuran Kotabaru akhir pekan lalu, tim menemukan harga daging sapi/kerbau Rp80.000 per kg.
Sedangkan harga daging ayam negeri atau ayam ras Rp27.000 per kg, ayam kampung Rp40.000 per kg.
"Harga tersebut masih dalam kondisi normal, dan menjelang Lebaran nanti harga daging dan ayam biasanya naik, seiring dengan permintaan juga meningkat," ujarnya.
tha/THA/ant
Sumber : http://beritadaerah.com/news
Total hits : 113 | Tanggal Kirim : 01-09-2010