Bandara Stagen Kotabaru Dijadikan Bandara Alternatif

Beranda | Ragam | Wisata | Galleri Photo | Pengaduan | Database SKPD | Buku Tamu | Kontak Kami

Bandara Stagen Kotabaru Dijadikan Bandara Alternatif

Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, berencana menjadikan Bandara Gusti Syamsir Alam Stagen menjadi bandara alternatif dari Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, Tjilik Riwut di Palangkaraya, Sepinggan di Balikpapan dan Sultan Hasanuddin di Makassar.

"Jika bandara alternatif Surabaya adalah Bandara Ngurah Rai di Denpasar, maka bandara alternatif Syamsudin Noor di Banjarmasin dan Palangkaraya adalah Bandara Gusti Syamsir Alam di Stagen Kotabaru," kata Kabid Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Kotabaru, Paiman, Jumat (28/8).

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Pemkab Kotabaru mulai mempersiapkan landasan pacu di Bandara Gusti Syamsir Alam hingga menjadi 2.000 meter lebih yang dapat didarati oleh pesawat jenis Boeing.

Saat ini, kata Paiman, panjang landasan pacu di Bandara Stagen baru 1.400 meter dan akhir tahun 2009 diperpanjang 250 meter dari dana APBN sehingga menjadi 1.650 meter.

"Sebenarnya tahun 2009 ini kita mendapatkan dana dari APBN untuk menambah landasan pacu sepanjang 600 meter sehingga menjadi 2.000 meter, namun karena waktu pembangunan tidak mencukupi sehingga pembangunan landasan pacu hanya ditargetkan 250 meter," katanya.

Menurut Paiman, melihat kondisi geografis antara Bandara Tjilik Riwut dan Bandara Syamsudinnoor sering terjadi kabut asap yang menyebapkan terganggunya jarak pandang dan penerbangan, maka bandara Gusti Syamsir Alam sangat strategis menjadi salah satu bandara alternatif.

"Apabila terjadi kabut asap saat pesawat terbang, maka pilot dan co-pilot dapat mengalihkan pendaratannya ke bandara alternatif atau transit di bandara Gusti Syamsir Alam Stagen," ujarnya.

Menurut dia, tidak perlu pilot mengalihkan pendaratannya kembali ke Surabaya atau Jakarta, karena akan memerlukan biaya tinggi dan penumpang akan kecewa.

Selain menjadi bandara alternatif, Bandara Gusti Syamsir Alam juga dapat menjadi bandara transit untuk sejumlah penerbangan di Makassar, Balikpapan, Palangkaraya dan Banjarmasin.

"Hal itu cukup memungkinkan melihat pertumbuhan ekonomi di Kotabaru cukup menggembirakan dari tahun ke tahun. Apalagi jumlah perusahaan asing cukup banyak, ditambah dengan masih tingginya minat investor lokal dan asing untuk menanamkan modalnya di "Bumi Saijaan"," terangnya.




Sumber lengkap :   http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/

Total hits : 1835 | Tanggal Kirim : 15-09-2009

Berita Pilihan