Hasil Kajian/Penelitian - Kajian Kerjasama Bappeda Kotabaru Tahun 2017

Beranda | Ragam | Wisata | Galleri Photo | Pengaduan | Database SKPD | Buku Tamu | Kontak Kami

Kajian Kerjasama Bappeda Kotabaru Tahun 2017



 

 1. Judul Kajian Karakterisasi Air dan Kualitas Air untuk Penentuan Mutu Air Sungai di Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan
Tahun Terbit 2017
Penyusun Tim Peneliti LPPM Universitas Lambung Mangkurat
Rekomendasi
  1. Sebagian besar kualitas air sungai-sungai yang terdapat di wilayah Kabupaten Kotabaru tidak memenuhi kriteria baku mutu Kelas I berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 5 Tahun 2007. Berdasarkan hasil perhitungan Indeks Pencemaran dapat diketahui bahwa 7 dari 15 sungai yang dievaluasi berada pada kondisi cemar sedang, 7 sungai lainnya berada pada kondisi cemar ringan, dan hanya 1 sungai dalam kondisi tidak tercemar (memenuhi kriteria baku mutu). Kriteria tidak tercemar didapatkan pada Sungai Cantung (IP = 0,6864).
  2. Peningkatan nilai IP berkaitan erat dengan banyaknya parameter kualitas air yang mengalami perubahan hingga melebihi kriteria baku mutu yang dipersyaratkan menurut peruntukannya. Semakin ketat baku mutu peruntukan badan air semakin berpeluang besar pula badan air tersebut mengalami penurunan status mutu air.
  3. Parameter kualitas air yang rentan mengalami perubahan dan penurunan kualitas pada ke-15 sungai yang dievaluasi adalah: TSS, Fe, Mn, Cu, SO4, BOD, dan COD.
  4. Parameter TSS, Fe, dan Mn ditemukan cenderung tinggi pada sungai-sungai dengan luas catchment area  > 100 km2.
  5. Parameter BOD dan COD berkecenderungan tinggi didapatkan pada sungai-sungai dengan luas catchment area < 100 km2 terutama pada sungai-sungai dengan konsentrasi penduduk yang cukup banyak.
  6. Jenis kegiatan yang potensial berkontribusi pada penurunan status mutu air berasal dari kegiatan pemanfaatan lahan untuk aktivitas pertambangan, pertanian/perkebunan dan domestik.
2. Judul Kajian Inventarisasi Potensi  Daya Tarik Wisata (Siring Laut, Teluk Tamiang, Teluk Aru, dan Samber Gelap) di Kabupaten Kotabaru
Tahun Terbit 2017
Penyusun Universitas Hasanuddin Makassar
Rekomendasi
  1. Wisata bahari yang dikembangkan hendaknya melibatkan masyarakat yang berada di sekitar lokasi wisata sehingga wisata bahari yang dikembangkan dapat berkelanjutan.
  2. Perlu sosialisasi dan peningkatan SDM kaitannya dengan pengembangan wisata bahari kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
  3. Hendaknya lokasi yang sesuai untuk dijadikan sebagai daerah tujuan wisata (DTW diatur melalui Perda) termasuk tarif masuk.
  4. Sarana dan prasarana untuk wisata bahari, hendaknya menggunakan bahan baku lokal dan bersifat alami. Khusus di pulau kecil, hendaknya tidak membangun bangunan permanen yang dapat merusak struktur tanah dan menimbulkan abrasi.
 3. Judul Kajian Potensi Wisata di Kecamatan Hampang dan Pamukan Barat Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan
Tahun Terbit 2017
Penyusun Tim Peneliti LPPM Universitas Lambung Mangkurat
Rekomendasi
  1. Potensi wisata di Kecamatan Hampang dan Pamukan Barat lebih banyak berupa gua dan air terjun. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan kepariwisataan berupa keunikan dan keindahan alami tersebut dilengkapi atau diperkuat dengan kepariwisataan yang mengarah pada agrowisata dan sosial budaya.
  2. Kepariwisataan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah, akan tetapi harus berbasis masyarakat dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan.
4. Judul Kajian Biogas
Tahun Terbit 2017
Penyusun Politeknik Kotabaru
Rekomendasi Sistem kerja mesin yang direncanakan berdasarkan kajian ini yaitu:
  1. Daya yang dibutuhkan untuk menggerakkan compressor pada tekanan tetap menggunakan daya motor listrik sebesar 1 HP atau 1076,2 watt.
  2. Tegangan pasak yang direncanakan aman atau dapat digunakan, karena nilai tegangan geser pada pasak sebesar 10 N/mm2 kurang dari tegangan geser pasak yang diijinkan sebesar 23,125 N/mm2.
  3. Kadar gas metana yang akan direncanakan untuk pengkompresian hanya 60%.

Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan efisiensi total dari mesin kompresi biogas serta harus ada tindak lanjut dari Pemerintah Daerah untuk merealisasikan pengaplikasian biogas di Kabupaten Kotabaru.

 5. Judul Kajian Transportasi DPRD
Tahun Terbit 2017
Penyusun Politeknik Kotabaru
Rekomendasi
Untuk menentukan besaran nilai Tunjangan Transportasi Anggota DPRD Kabupaten Kotabaru yang berdasarkan peraturan perundang-undangan, kemampuan daerah, dan asas kepatutan, kewajaran, rasionalitas, didapatkan tiga alternatif nilai:
  1. Kategori tinggi: Rp 10.943.000,-
  2. Kategori sedang: Rp 9.000.000,-
  3. Kategori rendah: Rp 8.045.367,-
Dari ketiga kategori nilai tersebut, kajian ini merekomendasikan Kategori sedang, berdasarkan Penilaian Alternatif karena mendapatkan skor paling tinggi, yaitu 15. Nilai tunjangan kriteria ini harganya cukup layak, dan fasilitas transportasi tidak melebihi batas maksimal yang ditentukan.

 

Total hits : 55 | lastupdate : 07-09-2018

Berita Pilihan

  • Pulau Samber Gelap
    pulau Samber Gelap (tampak bangunan Mercu Suar) Lokasi pulau dari ibukota Kabupaten Kotabaru hanya menempuh waktu 2 (dua) jam perjalanan menggunakan s...
  • Rencana Taman Kota (RTH Suryagandamana)
    Potret lokasi RTH Suryagandamana dari angkasa Mesjid Agung - Jalan Suryagandamana - Gunung Sebatung Rencana Pembangunan RTH Ruang Terbuka Hijau Jl. Su...
  • Pertemuan Triwulanan Forum CD-CSR Kabupaten Kotabaru
    Kamis (7/10) diselenggarakan Pertemuan Triwulanan CD-CSR Kabupaten Kotabaru 2011-2015 bertempat di Aula Hotel Grand Surya yang dihadiri oleh perusahaa...